Pelaku Jingling dan Gejala Gangguan Mental

Pelaku Jingling dan Gejala Gangguan Mental

pelaku jingling

Fenomena Jingling di Kalangan Blogger

Akhir-akhir ini kita "seorang blogger" kembali dihebohkan dengan banyaknya kelakuan jahil yang dilakukan oleh golongan yang tidak bertanggung jawab

Ya, digroup blogger misalnya, masalah jingling mulai kembali heboh. Mengirim traffick spam berupa robot kedalam sebuah situs blog dalam jumlah yang besar, hal ini tentu saja akan merusak citra blog tersebut dimata google -menurut sebagian kalangan- dan meng-acak statistik pembaca pada dashboard

Sebenarnya saya tidak ingin menganggap serius hal ini, namun setelah beberapa kali menjadi korban kejahilan ini saya beranggapan bahwa si pelaku mengalami gangguan mental

Apakah para pelaku jingling dapat dikatan gila?


Saya tidak pernah mengatakan hal demikian, namun didalam tulisan ini akan diulas bagaimana fenomena jingling menjadi salah satu gangguan mental bagi pelakunya

Mungkin kita tidak akan menggunakan kata Gila! Melainkan hanyalah gejala gangguan mental, bagaimana saya dapat berasumsi demikian?

Kita kembali kepada alasan kenapa pelaku melakukan tindakan tersebut? Ada beberapa alasan umum yang mungkin memotivasinya

  • Rasa tidak suka terhadap admin/blog/artikel pada suatu situs/blog
  • Rasa takut akan kalah saing di SERP Google
  • Hanya sekedar jahil tanpa tujuan pasti
  • Mencoba membuat tools sendiri dan mempraktekkannya
  • Mencoba untuk memberikan kritikan atau peringatan
  • Melakukan tindakan jingling tanpa disadari
  • Agresi balas dendam
  • Dan lain sebagainya

Saya menganggap alasan-alasan diatas sungguhlah tidak terdidik sama sekali -jika benar-benar melakukannya dengan alasan tersebut diatas-.

Bagaimana mental si pelaku menurut anda? apakah ia kuat? apakah ia benar? saya rasa juga tidak. Ia hanya mencoba merealisasikan keegoisannya tanpa memperhatikan dan mempedulikan bagaimana orang lain memulai dari awal untuk menjalankan sebuah blog

Ulasan ini hanya berisikan unek-unek dan perasaan saya sebagai bisa dibilang salah satu korban. Tanpa bermaksud menghina, menghujat dan mencemarkan nama baik seseorang/kelompok maupun golongan. Saya membebaskan anda berpendapat dengan baik, dan semoga para pelaku tersebut cepat sadar